Tak terasa Ramadhan telah tiba. Sebelas bulan yang lalu, kita menjalani kehidupan yang hingar bingar. Kini tiba saatnya untuk kembali merenungi hakikat keberadaan kita di dunia, dengan memugar kembali potensi iman di dada melalui peningkatan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rasulullah, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia mengikuti jejak risalah Islamiyah sampai akhir zaman, selalu menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh suka cita, dan menangis saat ditinggalkan bulan Ramadhan.
Bahkan 6 bulan sebelum Ramadhan datang, para sahabat sudah bersiap-siap diri….
Allahumma sallimnii ilaa ramadhaan wa salliim lii ramadhaana wa taslimhu minni mutaqobbala.
Ya Allah selamatkan diriku hingga bulan Ramadhan. Ya Allah selamatkanlah Ramadhan untuk diriku. Ya Allah selamatkanlah bulan Ramadhan untukkku sebagai amal yang diterima.
Karena keistimewaannya, inilah bulan yang selalu dinantikan kehadirannya oleh umat Islam di seluruh dunia.
Pada bulan ini seluruh umat Islam diwajibkan melaksanakan ibadah puasa. Pada bulan ini, Al−Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dengan yang batil, diturunkan untuk seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad saw. Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah dan pelipatgandaan ganjarannya. Pada bulan ini, rahmat dan ampunan Allah dibuka seluas−luasnya, dan pintu neraka ditutup rapat−rapat.
Bagaimana tidak, bulan yang bertepatan dengan turunnya Al-quran ini tentulah memiliki banyak keistimewaan dibanding dengan bulan-bulan yang lain. Dalam surat al-Baqarah ayat 185 Allah berfirman:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil…”
Oleh karenanya bulan ini dinamakan juga dengan Syahrul quran, sebab selama bulan ini Al-Qur’an berulang-ulang dibaca dan ditadarruskan di setiap masjid.
Pada ayat berikutnya QS Al-Baqarah:186 Allah swt berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Hal ini mengisyaratkan kita agar memperbanyak doa di bulan ramadhan.
Di setiap waktu sepanjang bulan ramadhan adalah waktu mustajab untuk berdoa. Khususnya lagi pada dua waktu yang tidak kita jumpai selain dibulan ini, yaitu waktu berbuka dan malam lailatul qadar. Oleh karenanya bulan ini juga dinamakan syahrul ad du’a.
Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak akan ditolak” (HR Ibnu Majah)
Selain keutaman yang telah disebutkan di atas, bulan ini juga merupakan tempat pembentukan diri seorang muslim menjadi pribadi yang sabar, syukur, peka sosial, merasa senantiasa bersama Allah dan senantiasa berlomba untuk berbuat kebajikan.
Bagi orang yang berpuasa, kesehariannya menahan lapar dan dahaga, membiasakan shalat fardhu berjamaah, melaksanakan shalat tarawih, witir dan tahajjud semua ini melatih diri untuk bersabar dalam ketaatan menjalankan ibadah. Kemudian saat berpuasa orang dituntut untuk menjaga anggota tubuhnya dari perbuatan yang mengurangi nilai puasanya, lidahnya terhindar dari perbuatan dusta, ghibah dan namimah. Matanya tidak memandang yang haram, tangannya tidak mengambil atau memakai benda yang bukan miliknya serta kakinya tidak digunakan untuk melangkah ke tempat maksiat. Semua ini melatih diri untuk bersabar dalam menghindari maksiat.
Berbahagialah orang yang telah mempersiapkan dirinya untuk menjalani puasa di bulan yang penuh berkah ini. Ia akan lebih banyak berbuat amal sebab telah dipersiakan sebelumnya. Dan saat tamu itu kembali kehadirat Allah, maka seluruh ibadahnya akan menjadi saksi. Terlebih lagi jika puasanya dijalani dengan sepenuh hati dan ikhlas karena Allah. Dan saat keluar dari bulan ini maka ia seperti bayi yang baru dilahirkan. Serta kelak di hari pembalasan surga dengan pintu “rayan” akan memanggilnya.
“ALLAHUMMA BARIK LANA FI RAJAB WA SYA’BAN, WA BALLIGHNA RAMADHAN”
Semoga kita semua termasuk didalamnya. Amin.
————————————————————-
Dengan ini segenap Pengurus Majelis Taqlim PT. Infineon Batam dan Pengelola Ikmibatam.com dan ikmibatam.wordpress.com mengucapkan Marhaban yaa Ramadhan. Mohon Maaf atas segala salah dan dosa baik dalam kepengurusan maupun dalam penulisan maupun komentar kami yang menyakitkan hati.
Andai jemari tangan tak sempat berjabat, ragapun tak kuasa tuk bertatap, bila ada kata membekas lara, semoga pintu maaf masih terbuka.
Tiada kata seindah dzikir, tiada bulan seindah ramadhan. Izinkan kedua tangan bersimpuh maaf untuk lisan yang tak terjaga, janji yang terabaikan, dan sikap yang penuh khilaf.
Semoga di bulan penuh Rahmat ini hati kita tetap bersih, dijauhkan dari segala dosa.
Semoga amal ibadah Puasa yang kita laksanakan dibulan yang suci ini diterima oleh ALLAH SWT… …Amin

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.