IKMI PT. Infineon Technologies Batam

4 Kunci Rumah Tangga Harmonis

Mei 2, 2008 · & Komentar

Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apapun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendahnya nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Hal itu disampaikan dalam acara Kampus IKMI yang rutin dilakukan. Kali ini disapaikan oleh Ust. Ispirani.
Lanjut sang ustadz, dalam rumah tangga yang merupakan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak bahkan mertua. Dan tak ada satupun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.
Di dalamrumah tangga, segala kelebihan dan kekurangan saling terpadu. Kadang pihak suami bernada rendah, kadang istri bernada tinggi. Disinilah suami-istri dituntutuntuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan yang ada di antara mereka.
Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga, diantaranya :
1. Jangan melihat kebelakang
Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru akan menyeret ketidak harmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.
Karena itu hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Jangan lari dari masalah dengan melongok ke belakang. Atau membayangkan sosok lain diluar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan yang akan meracuni pikiran kita.
2. Berpikir objectif
Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi akibat konflik disikapi dengan emosional. Apalagi melibatkan pihak ketigayang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh. Jadi cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.
3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis,lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya. Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi disinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami istri yang tidak saling cinta bisa punya anaklebih dari satu.
4. Sertakan sakralitas berumah tangga
Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang dijanjikan.
Ketika masalah nyaris tidakmenemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu pada sang pemilik masalah, Allah SWT. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah SWT. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.
Lakukan pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi terlihat di depan mata. Insya Allah!

Kategori: Kampus IKMI

2 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar