IKMI PT. Infineon Technologies Batam

Marhaban Yaa Ramadhan 1429 H

September 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tak terasa Ramadhan telah tiba. Sebelas bulan yang lalu, kita menjalani kehidupan yang hingar bingar. Kini tiba saatnya untuk kembali merenungi hakikat keberadaan kita di dunia, dengan memugar kembali potensi iman di dada melalui peningkatan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rasulullah, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia mengikuti jejak risalah Islamiyah sampai akhir zaman, selalu menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh suka cita, dan menangis saat ditinggalkan bulan Ramadhan.

Bahkan 6 bulan sebelum Ramadhan datang, para sahabat sudah bersiap-siap diri….

Allahumma sallimnii ilaa ramadhaan wa salliim lii ramadhaana wa taslimhu minni mutaqobbala.

Ya Allah selamatkan diriku hingga bulan Ramadhan. Ya Allah selamatkanlah Ramadhan untuk diriku. Ya Allah selamatkanlah bulan Ramadhan untukkku sebagai amal yang diterima.

Karena keistimewaannya, inilah bulan yang selalu dinantikan kehadirannya oleh umat Islam di seluruh dunia.

Pada bulan ini seluruh umat Islam diwajibkan melaksanakan ibadah puasa. Pada bulan ini, Al−Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dengan yang batil, diturunkan untuk seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad saw. Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah dan pelipatgandaan ganjarannya. Pada bulan ini, rahmat dan ampunan Allah dibuka seluas−luasnya, dan pintu neraka ditutup rapat−rapat. baca selengkapnya

→ Tinggalkan KomentarKategori: Umum

Khutbah Rasullah saw Menyambut Ramadhan

September 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.  Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

baca selengkapnya

→ Tinggalkan KomentarKategori: Ramadhan

Pencuri Yang Bertaqwa

Juli 10, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang syekh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syekh menasihati dia dan teman-temannya: “Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang yang alim yang menadahkan tangannya kepada orang lain atau orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”

Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya bertanya: “Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?” Sambil bergetar ibunya menjawab, “Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?” Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun, akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel si ibu berkata, “Ayahmu dulu seorang pencuri.” Pemuda itu berkata, “Guruku memerintahkan kami –murid-muridnya– untuk bekerja seperti pekerjaan ayah kami masing-masing dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.” Ibunya menyela, “Hai! apakah dalam pekerjaan mencuri ada ketakwaan?” Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab dengan tenang, “Ya, begitu kata guruku”. Lalu dia pergi bertanya pada orang-orang dan belajar bagaimana seorang pencuri melakukan aksinya. Sekarang ia telah mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian salat Isya’ dan menunggu sampai orang-orang tidur. Kemudian dia mulai keluar rumah untuk menjalankan provesi ayahnya dengan penuh ketakwaan, seperti perintah gurunya.

baca selengkapnya

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hikmah

Jadwal Pengajian IKMI Bulan Mei

Mei 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Indahnya Hidup Dalam Islam
Untuk pengajian pada bulan Mei ini IKMI mengambil topik “Indahnya Hidup dalam Islam”.
Adapun jadwal pengajian untuk bulan Mei adalah :

Hari/tgl : Jum’at/2 Mei 2008, Jam 16:30 – selesai
Tema : “Mensyukuri Nikmat Allah SWT”
Pemateri : Ust. Ali Mafazin
Tempat : Rumah Sdri. Sri Astuti (Perumahan Puri Agung 2 Blok A No. 5 Tj. Piayu)

Hari/tgl : Rabu/7 Mei 2008, Jam 16:30 – selesai
Tema : “Hari Akhir, Dajjal dan Al Mahdi”
Pemateri : Ust. Luqman Rifa’i S.ag.
Tempat : Sekretariat IKMI Dormitori Blok P25 Lt 1 No. 4

Hari/tgl : Jum’at/9 Mei 2008, Jam 16:30 – selesai
Tema : “Keluarga Idaman Tak Sekedar Impian”
Pemateri : Ust. Yusuf
Tempat : Sekretariat IKMI Dormitori Blok P25 Lt 1 No. 4

Hari/tgl : Jum’at/16 Mei 2008, Jam 16:30 – selesai
Tema : “Call Me”
Pemateri : Ust. Ispiraini Lc.
Tempat : Sekretariat IKMI Dormitori Blok P25 Lt 1 No. 4

Hari/tgl : Jum’at/23 Mei 2008, Jam 16:30 – selesai
Tema : “Ahmadiyah Di Mata Islam”
Pemateri : Buya Ust. H. Dedeng Ahmad Zidni Lc.
Tempat : Sekretariat IKMI Dormitori Blok P25 Lt 1 No. 4

Hari/tgl : Rabu/28 Mei 2008, Jam 16:30 – selesai
Tema : “Hikmah Kaum Yang Dibinasakan Allat SWT”
Pemateri : Buya Ust. H. Dedeng Ahmad Zidni Lc.
Tempat : Sekretariat IKMI Dormitori Blok P25 Lt 1 No. 4

Semoga Allah Meringankan setiap langkah kita untuk menghadiri majelis ilmi ini.
Amin.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Kampus IKMI

4 Kunci Rumah Tangga Harmonis

Mei 2, 2008 · 2 Tanggapan

Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apapun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendahnya nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Hal itu disampaikan dalam acara Kampus IKMI yang rutin dilakukan. Kali ini disapaikan oleh Ust. Ispirani.
baca lebih lanjut

→ 2 CommentsKategori: Kampus IKMI

Keluarga Sakinah

Mei 2, 2008 · 2 Tanggapan

Makna Sakinah

Istilah “sakinah” digunakan Al-Qur’an untuk menggambarkan kenyamanan keluarga. Istilah ini memiliki akar kata yang sama dengan “sakanun” yang berarti trmpat tinggal.

Di Al-Qur’an ada ayat yang memuat kata ”sakinah”. Pertama, surah Al-baqarah ayat 248 :

 

Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka: ”Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh malaikat.”

 

baca lebih lanjut

→ 2 CommentsKategori: Kampus IKMI

Seorang Pemuda Mencari Guru Agama

April 30, 2008 · Comments Off

Ada seorang pemuda yang lama menjalani pendidikan di luar negeri namun tidak pernah belajar agama Islam, kini kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia diminta kedua orangtuanya untuk belajar agama Islam, namun ia memberi syarat agar dicarikan guru agama yang bisa menjawab 3 pertanyaan yang selama ini mengganjal dihatinya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kyai dari pinggiran kota.

Pemuda : ”Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?”
Kyai : ”Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.”

Pemuda : ”Anda yakin? Sedangkan Profesor di Amerika dan banyak orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.”
Kyai : ”Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.”

Pemuda : ”Saya ada 3 pertanyaan:
baca lebih lanjut

Comments OffKategori: Hikmah

Rahasia Zuhud

April 30, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Al-Hasan Al-Bashri ditanya: “Apa rahasia zuhud Anda di dunia?..”
Dia menjawab; “ada empat perkara,

aku yakin, bahwa rezekiku tidak akan diambil oleh orang lain, sehingga hatiku merasa tenang.

aku yakin, bahwa amalku tidak akan dapat digantikan dan ditebus oleh orang lain, maka akupun sibuk memperbanyak amalku.

aku yakin, bahwa sesungguhnya Alloh SWT pasti mengawasi segala perbuatanku, maka aku pun malu bila Dia melihatku bermaksiat.

aku yakin, bahwa sesungguhnya kematian itu pasti selalu mengintaiku, maka akupun mempersiapkan segala bekal untuk menghadapinya. (tjd-dbs)

www.ikadi.org

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hikmah

Makna Syariat

April 30, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam makna syariat, umat Islam sering terjebak dalam pengertian sempit sehingga tak jarang kehilangan substansinya. Dan akibatnya, mereka hanya melakukan ibadah seremonial dan tidak mendapatkan sesuatu yang berharga yakni pembuka jalan menuju “kebenaran syariat”. Sikap terhadap shalat misalnya, betapa banyak nilai penghayatan dan kekhusyu’an yang terabaikan. Shalat bukan lagi sebagai kebutuhan dialog dan memohon petunjuk tetapi telah berubah sebagai kewajiban yang harus dipenuhi dengan berbagai macam larangan dan ancaman yang mengerikan. Sehingga terasa sekali muncul ketidaknyamanan dalam setiap melakukan syariat Islam. Hal ini tidak ubahnya tawanan perang yang harus memenuhi kewajiban membayar upeti seraya terbayang betapa kejamnya sang penguasa.
Belum lagi dalam melaksanakan petunjuk Al Qur’an yang terasa dikejar target syarat sahnya syariat selain hitung-hitungan amal, dan jarang mengarah pada pemahaman akan fungsi syariat itu sendiri. Setiap syariat (aturan Allah) merupakan jalan dengan segala rambu-rambunya menuju hikmah yang dikandung di dalam teks dan praktek secara sempurna, serta pembuka tabir dibalik “firman”. Syariat bukan hanya untuk dibaca dan disucikan tanpa menyentuh isi tujuan yang dibaca, seperti tercantum dalam surat Al Alaq 1-5 :

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah ! dan Tuhanmu yang paling pemurah. Yang telah mengajar manusia dengan perantara kalam. Dia telah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Memang, Al Qur’an adalah firman Allah yang disucikan sehingga memegangpun harus suci dari hadast, namun hal ini bukan berarti haram bagi manusia untuk memahami sesuai dengan kadar pemikiran dan pemahamannya. baca lebih lanjut

→ Tinggalkan KomentarKategori: Aqidah

Etika Berbeda Pendapat

April 30, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Di saat berbeda pendapat baik dalam suatu majelis atau bukan, sebagai seorang muslim kita berupaya untuk ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu dan juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu.

Seorang muslim haruslah mengembalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitab Al-Qur’an dan Sunnah. Karena Alloh Subhaanahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Alloh (Kitab) dan Rasul”. (QS: An-Nisa: 59).

Seorang muslim berupaya berbaik sangka kepada orang yang berbeda pendapat dengan kita dan tidak menuduh buruk niatnya, mencela dan menganggapnya cacat. Sebisa mungkin berusaha untuk tidak memperuncing perselisihan, yaitu dengan cara menafsirkan pendapat yang keluar dari lawan atau yang dinisbatkan kepadanya dengan tafsiran yang baik.

Seorang muslim berusaha sebisa mungkin untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah penelitian yang dalam dan difikirkan secara matang. Berlapang dada di dalam menerima kritikan yang ditujukan kepada anda atau catatan-catatang yang dialamatkan kepada anda.

Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah dan fitnah. Berpegang teguh dengan etika berdialog dan menghindari perdebatan, bantah-membantah dan kasar menghadapi lawan.

(Sumber Rujukan: Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari; Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)

→ Tinggalkan KomentarKategori: Akhlak